4 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

perkembangan anak

Pada umumnya, yang dimaksud dengan anak usia dini adalah anak yang usianya berkisar
antara 0-8 tahun. Pada rentang usia ini, anak sedang dalam tahap pertumbuhan dan
perkembangan, baik secara fisik atau secara mental. Masa pertumbuhan dan perkembangan
anak ini disebut juga dengan istilah golden age atau masa emas. Pada masa emas ini, hampir
seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan
hebat. Dengan mengenali keempat aspek ini, orangtua diharapkan dapat memaksimalkan
potensi anak pada masa golden age ini.

  1. Aspek perkembangan fisik pada anak usia dini
    Perkembangan fisik anak usia dini meliputi pertambahan berat badan, tinggi badan, perkembangan otak, dan keterampilan motorik kasar serta motorik halus. Tanda perkembangan motorik kasar ditandai dengan aktifnya anak dalam bergerak, melompat, dan berlarian, terutama pada usia 4-5 tahun. Semakin bertambahnya usia anak, semakin kuat pula tubuhnya. Perkembangan fisik yang baik akan membuatnya mampu menyelaraskan gerakan tubuh dengan minat ataupun kebutuhannya. Sedangkan motorik halus adalh kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan seperti memegang krayon, menyusun puzzle, balok, dan yang lainnya.
  2. Aspek perkembangan kognitif pada anak usia dini
    Teori perkembangan kognitif (cognitive theory) ternyata dikemukakan Jean Piaget, seorang profesor psikologi dari Universitas Geneva, Swiss. Menurutnya, anak-anak memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. Maka, perkembangan kognitif anak dapat dibagi ke dalam 4 tahap, yaitu:
    ● Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
    Kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca indera. Bayi masih
    dianggap “egosentris” karena masih belum mempertimbangkan orang lain.
    ● Tahap praoperasional (2-7 tahun)
    Bayi sudah mulai dapat menerima rangsangan terbatas, masih disebut “egosentris”
    sebab baru menilai dari sudut pandangnya sendiri, kemampuan dan kosakata masih
    sudah berkembang meski belum logis.
    ● Tahap operasi konkret (7-11 tahun)
    Kemampuan berpikir secara logis dan mengingat sudah meningkat. Anak sudah
    mulai dapat belajar matematika dan membaca.
    ● Tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun)
    Anak sudah mampu berpikir abstrak dan menguasai penalaran, anak akan melewati
    masa peralihan dari masa remaja menuju fase dewasa atau dunia nyata.
  3. Aspek perkembangan bahasa pada anak usia dini
    Sejak bayi baru lahir hingga usia lima tahun terjadi periode kritis dalam perkembangan kemampuan bahasa anak. Kemampuan berbahasa tumbuh dan berkembang pesat selama masa pra-sekolah. Sebagai salah satu aspek perkembangan anak usia dini, hal ini dapat dijadikan indikator seluruh perkembangan anak. Melalui kemampuan berbahasa dapat dideteksi keterlambatan ataupun kelainan pada sistem lain, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak.
  4. Aspek perkembangan sosio-emosional pada anak usia dini
    Aspek perkembangan anak yang ini sebenarnya telah dimulai sejak dilahirkan. Misalnya dari segi emosional, Anda dapat mengamati berbagai sikap bayi, misalnya tersenyum atau menghentak-hentakkan kaki saat ia sedang senang. Menangis juga dilakukan bayi untuk mengekspresikan rasa tidak senang atau tidak puasnya. Pada masa pertumbuhan, anak cenderung mengungkapkan emosi ditandai dengan gerakan otot, seperti melempar, membanting, atau memukul barang. Namun, seiring bertambahnya usia anak, reaksi emosional akan berubah menjadi verbal ditandai dengan pengucapan perasaan atau kata-kata tertentu. Perkembangan sosial bayi juga ditandai dengan kedekatan bayi dengan lingkungannya dan kemampuan anak dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Selain aspek-aspek yang telah disebutkan di atas, perlu Anda tahu bahwa anak usia dini memiliki karakter yang khas, seperti:
    ● Rasa ingin tahu yang cukup besar
    ● Keunikan pribadi
    ● Senang berfantasi dan berimajinasi
    ● Sikap egosentris yang ditunjukkan
    ● Rentang konsentrasi yang pendek

Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan dan karakteristik anak, Anda dapat
menyiapkan proses pendidikan seperti apa yang sebaiknya dilakukan agar masa tumbuh
kembang anak atau yang sering disebut dengan golden age dapat berjalan dengan baik dan
lancar.

Be the first to comment

Leave a Reply